Tis Cafe Ubud

8 Rekomendasi Tempat Makan di Pinggir Sawah Ubud yang Wajib Kamu Coba

Temukan rekomendasi tempat makan di pinggir sawah Ubud yang cantik, tenang, dan instagramable. Cocok untuk healing, makan enak, dan foto-foto estetik.

Kalau ngomongin Ubud, apa yang langsung kebayang? Sawah hijau, udara sejuk, suasana tenang, dan cafe-cafe estetik yang selalu muncul di explore Instagram.

Dan jujur nih… makan sambil lihat sawah itu vibes-nya beda banget. Kayak tubuh langsung auto-relax, pikiran jadi plong, dan kamera pasti kerja lembur karena semua sudut fotogenik.

Hari ini, kita jalan-jalan bareng buat ngebahas tempat makan di pinggir sawah Ubud yang paling worth it buat kamu datangi—baik buat makan enak, healing, WFA (work from anywhere), atau sekadar cari spot foto aesthetic buat feed kamu.

Siap? Yuk, mulai!

Kenapa Makan di Pinggir Sawah Ubud Itu Spesial?

Kalau kamu pernah duduk di restoran tepi sawah Ubud, kamu pasti paham kenapa tempat ini begitu magis. Kombinasi lanskap hijau, dekor natural, dan cahaya yang cantik bikin setiap momen terasa cinematic.

Nggak cuma enak buat makan, tapi juga jadi tempat sempurna buat menikmati suasana Bali yang paling autentik—tenang, alami, dan super photogenic.

1. Suasananya Tenang Banget

Ubud punya aura yang beda dari area Bali selatan seperti Canggu atau Seminyak yang penuh beach club dan lalu-lalang turis. Di Ubud, ritmenya lebih perlahan—dan makan di pinggir sawah memperkuat kesan itu.

Begitu kamu duduk menghadap hamparan hijau, suara jangkrik, angin, dan gemericik air dari irigasi terasa bikin hati adem. Banyak orang bilang rasanya seperti “disconnect dari chaos,” padahal cuma beberapa kilometer dari pusat wisata.

Tempat yang ideal kalau kamu lagi butuh jeda dari aktivitas padat atau sekadar mencari ketenangan tanpa harus ke tempat terpencil.

2. Udara Sejuk dan Fresh

Karena banyak area Ubud yang masih hijau dan belum dipenuhi bangunan, sirkulasi udara terasa jauh lebih bersih. Angin yang lewat dari persawahan memberikan sensasi natural yang jarang kamu temukan di pusat kota.

Belum lagi wangi tanah basah setelah hujan—aroma khas padi dan tanah yang bikin tubuh secara otomatis rileks. Ini salah satu alasan kenapa banyak restoran di Ubud punya konsep semi-outdoor: udara alaminya memang jadi daya tarik utama.

3. Estetik Buat Foto

Yang suka foto pasti langsung jatuh cinta. Restoran-restoran di pinggir sawah Ubud biasanya sudah didesain dengan perpaduan elemen kayu, bambu, dan dekor rustic yang harmonis sama alam sekitar. Cahaya alaminya juga lembut, apalagi saat pagi atau menjelang sunset.

Kamu nggak perlu effort pakai lighting atau angle ribet—bahkan candid pun kelihatan aesthetic. Cocok banget buat konten liburan, lifestyle, atau sekadar simpan foto buat galeri pribadi.

4. Sempurna Buat Healing

Makan di pinggir sawah bukan cuma soal suasananya, tapi juga energi yang kamu dapat. Tempat seperti ini sangat mendukung aktivitas tenang seperti membaca buku, journaling, atau sekadar duduk merenung sambil menikmati minuman hangat.

Banyak traveler datang ke Ubud memang untuk mencari “recharge moment” dan setting sawah ini jadi tempat yang pas buat reconnect dengan diri sendiri. Atmosfernya pelan, calming, dan bikin kamu bisa benar-benar hadir di momen itu.

Rekomendasi Tempat Makan di Pinggir Sawah Ubud

Berikut daftar restoran, cafe sawah Ubud, hingga hidden gem Ubud yang wajib kamu coba. Semua sudah dilengkapi vibe, harga, menu, hingga tips fotonya.

1. Cafe Pomegranate

Suasana:
Ikonik banget! Cafe berbentuk tenda putih di tengah sawah, dengan 360° ricefield view. Angin sepoi-sepoi selalu jadi bonus.

Menu Favorit:
Japanese Curry, Tuna Tataki, Fruit Bowl, Cold Brew.

Kisaran Harga:
Rp40.000–Rp100.000.

Cocok Untuk:
Couple, solo traveler, digital nomad santai, pecinta spot foto.

Kenapa Wajib Dikunjungi:
Salah satu restoran sawah paling terkenal di Ubud. Sunset di sini cantik banget—warna langitnya sering naik level dramatis.

Tips:
• Datang sekitar jam 16.30–17.00 buat dapat golden hour.
• Jalan kaki sekitar 10–12 menit dari jalan besar (akses kecil).

2. Sari Organik

Suasana:
Restoran yang sudah melegenda. Berada di tengah-tengah persawahan, vibes-nya super alami dan tenang.

Menu Favorit:
Organic Salad, Pumpkin Soup, Nasi Campur Organic, Fresh Juice.

Kisaran Harga:
Rp40.000–Rp100.000.

Cocok Untuk:
Keluarga, vegetarian/vegan, pencari suasana adem.

Kenapa Wajib Dikunjungi:
Semua bahan makanan ditanam langsung oleh mereka. Makanannya simple, sehat, tapi satisfying.

Tips:
• Jalur menuju lokasi cukup panjang, jadi pakai alas kaki nyaman.
• Pagi hari lebih sepi.

3. Warung Bodag Maliah (Sari Organik II)

Suasana:
Lebih luas daripada Sari Organik pertama, dengan spot duduk bambu dan view sawah yang terbuka lebar.

Menu Favorit:
Organic Fried Rice, Curry Plate, Smoothies.

Kisaran Harga:
Rp40.000–Rp85.000.

Cocok Untuk:
Veggie lovers, keluarga, traveler yang suka tempat luas.

Kenapa Wajib Dikunjungi:
Lebih banyak seating, cocok kalau kamu datang rombongan.

Tips:
• Waktu terbaik: pagi atau sore.
• Banyak spot foto natural (tanaman, kayu, pencahayaan soft).

4. Sweet Orange Warung

Suasana:
Hidden gem Ubud yang beneran “hidden”. Harus jalan kaki sekitar 15 menit lewat jalur sawah. Tapi pemandangannya worth it banget.

Menu Favorit:
Nasi Goreng, Chicken Satay, Coconut Drink.

Kisaran Harga:
Rp20.000–Rp50.000 (murah!).

Cocok Untuk:
Backpacker, solo traveler, pencari spot sunyi.

Kenapa Wajib Dikunjungi:
Tempat makan murah dengan panorama sawah cantik dan ambience super local.

Tips:
• Hindari jam 12.00–14.00 (lumayan panas).
• Bawa topi/payung.

5. Tis Café, Tegallalang

Suasana:
Mewah tapi tetap natural. Lokasinya langsung menghadap Tegalalang Rice Terrace—salah satu ikon Bali.

Menu Favorit:
Pizza, Pasta, Signature Espresso, Mocktail Tropical.

Kisaran Harga:
Rp40.000–Rp110.000.

Cocok Untuk:
Couple, digital nomad premium, foto-foto aesthetic.

Kenapa Wajib Dikunjungi:
Ada infinity pool yang menghadap sawah bertingkat. Buat foto ala Bali-chic, ini juaranya.

Tips:
• Reservasi sangat direkomendasikan.
• Kalau mau foto tanpa banyak orang, datang pagi.

6. Bebek Tepi Sawah Ubud

Suasana:
Restoran besar dengan pondokan tradisional dan sawah buatan yang rapi. Cocok untuk keluarga.

Menu Favorit:
Bebek Crispy, Bebek Betutu, Es Daluman.

Kisaran Harga:
Rp100.000–Rp200.000.

Cocok Untuk:
Keluarga, wisatawan pertama kali ke Ubud, pecinta kuliner Balinese.

Kenapa Wajib Dikunjungi:
Salah satu restoran Bali paling terkenal. Bumbunya enak, porsinya besar, dan suasananya otentik.

Tips:
• Jam makan siang paling ramai.
• Cocok buat lunch sebelum jalan-jalan ke pusat Ubud.

7. GreenKubu Restaurant and Swing

Suasana:
Restoran luas dengan vibe rustic-bamboo, kolam, dan sawah hijau sejauh mata memandang. Banyak spot foto estetik.

Menu Favorit:
Crispy Duck, Grill Platter, Smoothie Bowl.

Kisaran Harga:
Rp50.000–Rp150.000.

Cocok Untuk:
Couple, grup, keluarga, sunset hunter.

Kenapa Wajib Dikunjungi:
Suasananya romantis pas sore. Area seating-nya banyak dan instagramable.

Tips:
• Datang pas sunset.
• Banyak spot foto ayunan dan gazebo.

8. Samsara Café Ubud

Suasana:
Tenang dan asri, dengan seating outdoor menghadap sawah. Cocok untuk yang cari tempat santai dan tidak terlalu ramai.

Menu Favorit:
Pasta, Chicken Teriyaki Bowl, Kopi, Fresh Juices.

Kisaran Harga:
Rp40.000–Rp80.000.

Cocok Untuk:
Digital nomad, solo traveler, brunch santai.

Kenapa Wajib Dikunjungi:
Hidden gem Ubud yang harganya reasonable tapi suasananya top.

Tips:
• Sinyal cukup stabil untuk kerja.
• Waktu terbaik: sebelum jam 11 pagi.

Tips Berkunjung ke Restoran Sawah Ubud

Kalau kamu lagi liburan ke Ubud dan pengen coba makan di restoran sawah, ada beberapa trik kecil yang bisa bikin pengalamanmu jauh lebih nyaman.

1. Datang Pagi atau Sore

Jam 10.00–11.00 dan 16.00–17.30 adalah waktu terbaik untuk menikmati suasana. Udara masih sejuk, cahaya natural lagi cantik-cantiknya buat foto, dan jumlah pengunjung biasanya belum terlalu padat. Kamu bisa makan sambil menikmati pemandangan sawah tanpa harus rebutan spot dengan pengunjung lain.

2. Parkir Bisa Terbatas

Banyak restoran sawah di Ubud berada di area persawahan yang tidak memiliki lahan parkir luas. Beberapa bahkan mengharuskan kamu berjalan kaki sekitar 5–15 menit dari tempat parkir terdekat. Jadi sebaiknya pakai alas kaki yang nyaman dan siapkan sedikit waktu ekstra untuk berjalan menuju lokasi.

3. Bawa Payung / Sunscreen

Karena konsepnya semi-outdoor atau full outdoor, kamu akan terpapar sinar matahari lebih banyak. Payung membantu kalau tiba-tiba hujan, sementara sunscreen penting banget untuk melindungi kulit dari panas yang kadang menyengat, terutama di siang hari.

4. Cek Cuaca

Ubud dikenal sering turun hujan mendadak, terutama saat musim penghujan. Datang pagi biasanya lebih aman karena hujan sering turun menjelang siang atau sore. Dengan cek cuaca dulu, kamu bisa antisipasi lokasi duduk dan waktu berkunjung.

5. Reservasi (Jika Tempat Populer)

Beberapa restoran sawah seperti Tis Café, Green Kubu, atau yang punya kolam dan infinity view biasanya cepat penuh, terutama saat jam cantik ataupun libur. Reservasi bisa menghindarkan kamu dari waiting list panjang dan memastikan dapat spot terbaik menghadap sawah.

Kesimpulan

Makan di Ubud itu bukan cuma soal makanan—tapi juga soal vibe. Duduk sambil lihat padi yang melambai, ditemani angin sejuk, suasana hening, dan makanan enak… itu kombinasi healing yang susah ditolak.

Dari yang murah sampai premium, dari hidden gem sampai iconic restaurant, semua tempat makan di pinggir sawah Ubud punya keunikan masing-masing. Tinggal pilih mana yang paling cocok buat mood kamu hari itu.

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses